Setuju dong kalau pernikahan itu nggak hanya menyatukan dua orang tapi juga keluarga dua belah pihak? Ya, at least juga menyatukan orang tua dari suami dan istri. Waktu pacaran sih, rasanya nggak pernah berpikir sejauh mana hubungan dengan—calon—mertua nantinya. Tapi setelah resmi menikah, apalagi yang harus tinggal di PIM (baca: Pondok Indah punya Mertua), pastinya harus menghadapi kenyataan ini.

Menurut pengalaman Bunda, susah-susah gampang nih menjalin hubungan yang super mulus dengan orang tua suami. Terlebih di awal-awal pernikahan, saat pasangan sedang memulai proses berumah tangga. Pasti nggak sedikit benturan-benturan kecil yang dialami pasangan menikah yang berujung dari mertua. Contohnya saja, ketika orang tua atau mertua mulai ikut andil dalam memutuskan di mana kita harus tinggal, ketika Si Kecil mulai jadi rebutan setiap weekend, dan masih banyak lagi hal kecil yang mungkin menjadi konflik antara kita dengan mertua atau justru kita dengan suami. Yang terakhir ini kadang bikin repot, nih.

Monster in law Face Off 300x200 Mertua, oh Mertua...

credits: IMDB

Bersyukur banget bagi yang memiliki hubungan baik dengan mertua. Nah kalau yang tidak, gimana dong? Pertama, ingat hal ini. Tidak akan bisa Anda pungkiri, mertua adalah orang tua yang memiliki andil sangat besar dalam hidup pria yang sangat Anda cintai. Suka, nggak suka, kita harus juga menyadari bahwa kasih sayang suami pada orang tuanya sama seperti kita menyayangi orang tua sendiri. Oke, setelah itu apa? Berikut nih beberapa tip yang mungkin membantu Anda memuluskan hubungan dengan Mama atau Papa mertua.

 

- Kenali

Ada pepatah, tak kenal maka tak sayang. Mungkin kita merasa sudah mengenal mertua dari sekian lama pernikahan kita dengan suami. Eiits, tunggu dulu! Biasanya konflik justru muncul ketika kita sebagai anak kurang memahami karakter mertua. Sehingga kadang situasi ‘begini salah, begitu salah’ sering banget terjadi. Nah, untuk itu coba kenali lebih dalam karakter mertua. Simpel saja kok, coba deh lakukan atau ikut kegiatan yang dia sukai. Ngobrol ngalor-ngidul sambil diselingi canda mungkin bisa jadi langkah awal menaklukan hati mertua. Tapi ingat, lakukan ini tanpa rasa pamrih ya…

- Respect

Sadari posisi bahwa kita adalah anak dan mereka orang tua. Perlakukan mereka dengan rasa hormat, but don’t fake it! Percayalah, yang pura-pura itu akan terasa palsunya. Meski Anda merasa mereka mungkin nggak pantas mendapatkannya, nggak akan mengubah keadaan mereka adalah orang tua—yang sangat disayangi pasangan kita. Sikap hormat ini perlahan mampu membuat mertua membuka diri dan Anda bisa mulai menjalin hubungan baik dengan mereka.

- Batas

Diskusikan hal ini dengan suami. Kita adalah pasangan menikah yang tengah membangun kehidupan sendiri. Dengan begitu harus ada batasan di mana hal-hal hanya bisa diputuskan berdua tanpa campur tangan orang lain. Hal ini termasuk soal sepele seperti, “Si Kecil nggak boleh makan permen, ya.”, hingga keputusan soal, “Kita investasi apa ya? Deposito atau Emas?”. Batasan ini akan membuat Anda dan mertua belajar untuk menghargai dan menghormati sebuah keputusan dan menghindari campur tangan.

- Prioritas

Sebaiknya diingat kalau pernikahan dan keluarga Anda adalah prioritas utama. Ironis banget kan kalau hubungan Anda dan suami hancur gara-gara orang yang sangat dia cintai. Ketika Anda dan suami sudah tahu mana yang prioritas, maka perlahan kita akan belajar bijak dalam memilih dan memutuskan mana yang lebih penting, sehingga konflik pun bisa diminimalisir.

- Komunikasi

Ada kasus ketika mertua hanya mau mendengar apa kata suami saja. Nah, di sini pentingnya kita harus bekerjasama dengan suami agar bisa menjalin komunikasi yang baik dengan mertua. Biasakan untuk berkomunikasi langsung jika ada hal-hal yang kurang berkenan. Tentunya setelah Anda berdiskusi dengan suami ya, agar tahu ‘celahnya’. Bagi sudah tinggal terpisah, jangan sungkan menghubungi mertua minimal seminggu sekali untuk bertukar kabar. Let them know that we also care.

- Menerima Apa Adanya

Nggak jarang sikap mertua memancing emosi Anda. Well, hidup puluhan tahun lebih dulu dari Anda mungkin membuatnya merasa ‘lebih tahu’ sehingga ada beberapa sikap dan sifat yang kurang berkenan di hati Anda. Coba jalani hubungan dengan mertua dengan lebih ikhlas dan mau menerima dia apa adanya. Mungkin jika ada perkataan yang menyinggung, jangan terlalu dimasukkan ke hati. Boleh kok, curhat ke pasangan untuk meringankan beban tapi ingatkan juga jangan sampai suami mengdukan sakit hati Anda padanya.

 

Selain tip di atas, ada yang punya pengalaman lain? Curhat boleh, lho…