Setuju dong kalau pernikahan itu nggak hanya menyatukan dua orang tapi juga keluarga dua belah pihak? Ya, at least juga menyatukan orang tua dari suami dan istri. Waktu pacaran sih, rasanya nggak pernah berpikir sejauh mana hubungan dengan—calon—mertua nantinya. Tapi setelah resmi menikah, apalagi yang harus tinggal di PIM (baca: Pondok Indah punya Mertua), pastinya harus menghadapi kenyataan ini.
Menurut pengalaman Bunda, susah-susah gampang nih menjalin hubungan yang super mulus dengan orang tua suami. Terlebih di awal-awal pernikahan, saat pasangan sedang memulai proses berumah tangga. Pasti nggak sedikit benturan-benturan kecil yang dialami pasangan menikah yang berujung dari mertua. Contohnya saja, ketika orang tua atau mertua mulai ikut andil dalam memutuskan di mana kita harus tinggal, ketika Si Kecil mulai jadi rebutan setiap weekend, dan masih banyak lagi hal kecil yang mungkin menjadi konflik antara kita dengan mertua atau justru kita dengan suami. Yang terakhir ini kadang bikin repot, nih.
Bersyukur banget bagi yang memiliki hubungan baik dengan mertua. Nah kalau yang tidak, gimana dong? Pertama, ingat hal ini. Tidak akan bisa Anda pungkiri, mertua adalah orang tua yang memiliki andil sangat besar dalam hidup pria yang sangat Anda cintai. Suka, nggak suka, kita harus juga menyadari bahwa kasih sayang suami pada orang tuanya sama seperti kita menyayangi orang tua sendiri. Oke, setelah itu apa? Berikut nih beberapa tip yang mungkin membantu Anda memuluskan hubungan dengan Mama atau Papa mertua.
- Kenali
Ada pepatah, tak kenal maka tak sayang. Mungkin kita merasa sudah mengenal mertua dari sekian lama pernikahan kita dengan suami. Eiits, tunggu dulu! Biasanya konflik justru muncul ketika kita sebagai anak kurang memahami karakter mertua. Sehingga kadang situasi ‘begini salah, begitu salah’ sering banget terjadi. Nah, untuk itu coba kenali lebih dalam karakter mertua. Simpel saja kok, coba deh lakukan atau ikut kegiatan yang dia sukai. Ngobrol ngalor-ngidul sambil diselingi canda mungkin bisa jadi langkah awal menaklukan hati mertua. Tapi ingat, lakukan ini tanpa rasa pamrih ya…
- Respect
Sadari posisi bahwa kita adalah anak dan mereka orang tua. Perlakukan mereka dengan rasa hormat, but don’t fake it! Percayalah, yang pura-pura itu akan terasa palsunya. Meski Anda merasa mereka mungkin nggak pantas mendapatkannya, nggak akan mengubah keadaan mereka adalah orang tua—yang sangat disayangi pasangan kita. Sikap hormat ini perlahan mampu membuat mertua membuka diri dan Anda bisa mulai menjalin hubungan baik dengan mereka.
- Batas
Diskusikan hal ini dengan suami. Kita adalah pasangan menikah yang tengah membangun kehidupan sendiri. Dengan begitu harus ada batasan di mana hal-hal hanya bisa diputuskan berdua tanpa campur tangan orang lain. Hal ini termasuk soal sepele seperti, “Si Kecil nggak boleh makan permen, ya.”, hingga keputusan soal, “Kita investasi apa ya? Deposito atau Emas?”. Batasan ini akan membuat Anda dan mertua belajar untuk menghargai dan menghormati sebuah keputusan dan menghindari campur tangan.
- Prioritas
Sebaiknya diingat kalau pernikahan dan keluarga Anda adalah prioritas utama. Ironis banget kan kalau hubungan Anda dan suami hancur gara-gara orang yang sangat dia cintai. Ketika Anda dan suami sudah tahu mana yang prioritas, maka perlahan kita akan belajar bijak dalam memilih dan memutuskan mana yang lebih penting, sehingga konflik pun bisa diminimalisir.
- Komunikasi
Ada kasus ketika mertua hanya mau mendengar apa kata suami saja. Nah, di sini pentingnya kita harus bekerjasama dengan suami agar bisa menjalin komunikasi yang baik dengan mertua. Biasakan untuk berkomunikasi langsung jika ada hal-hal yang kurang berkenan. Tentunya setelah Anda berdiskusi dengan suami ya, agar tahu ‘celahnya’. Bagi sudah tinggal terpisah, jangan sungkan menghubungi mertua minimal seminggu sekali untuk bertukar kabar. Let them know that we also care.
- Menerima Apa Adanya
Nggak jarang sikap mertua memancing emosi Anda. Well, hidup puluhan tahun lebih dulu dari Anda mungkin membuatnya merasa ‘lebih tahu’ sehingga ada beberapa sikap dan sifat yang kurang berkenan di hati Anda. Coba jalani hubungan dengan mertua dengan lebih ikhlas dan mau menerima dia apa adanya. Mungkin jika ada perkataan yang menyinggung, jangan terlalu dimasukkan ke hati. Boleh kok, curhat ke pasangan untuk meringankan beban tapi ingatkan juga jangan sampai suami mengdukan sakit hati Anda padanya.
Selain tip di atas, ada yang punya pengalaman lain? Curhat boleh, lho…





54 comments
amalia susanti
says :kalo menurut saya sih mending memposisikan diri jangan terlalu dekat ato terlalu jauh. soalnya kalo terlalu dekat pas mentok kena masalah dengan mertua bisa panjaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnngggg urusannya……. tapi ga baek juga terlalu jauh, nanti disangkanya jaga jarak…..yang bener sih ditengah2 aja *weits kaya lagu dangdut* silahkan dicoba biar jadi mantu anadalan
Bunda Carrefour
says :Maksudnya lagu dangdut yang judulnya, Sedang-sedang saja, kan?
farah
says :Alhamdulillah, untungnya saya punya mertua yang baik. Memang sih, kami tinggal di kota yang berbeda. Tapi pernah juga mertua tinggal lama di rumah saya. Intinya kalau bagi saya mertua adalah ibu saya, tanpa ada dia nggak mungkin ada suami yang sangat saya cintai, tanpa dia tidak mungkin ada anak2 lucu yang saya sayangi. Sayangilah mertua kita seperti kita menyayangi ibu kandung kita
tuti
says :ak merindukan kasih sayang mertuaku…….yang slm ini belum pernah kudapatkann…….ak rinduuu……
Amelynda
says :Alhamdulillah so far so goooooooooooddddddd… gada masalah tuch sm mertua… coz mertuaku udah ky ortu sendiri sich..gada batasan gada aturan yg bikin kita jengkel atau ini itu.. pokoknya asal prinsip kita menghargai mertua spt ortu sendiri d jamin g akan pernah bermasalah..
Hapsah Rahmat
says :Bruntung skali yg punya mertua bail…mertuaq mulutx ga bs d jaga sampe2 ttangga blang klo mrtuaq i2 yg bnar sj bs slh sm dia,apalg yg sdh slh….yg repotx lg dia tinggal dkt rmh.Bnr2 bkn gambaran ibu yg baik krn tiada hr tanpa kata2 kotor…
rachel
says :sabar
kita jg orang tua dari anak2 kita… dan jg akan menjadi mertua … jadi sabar terhadap mertua aja. ntar karma loh…..
ana
says :kebetulan saya tinggal sama mertua laki2….yang perempuan sudah meninggal……klau menurut say yg penting kita nurut aja ma mertua….insha allah hubungan akan baik
ahmat alfian
says :mertua anggap juga orang tua kita juga,,,,kalau kita menghadapi orangtua kita sabar otomatis menghadapi mertua juga harus sabar,…ada masalah semua harus dibicarakan , agar tak terjadi salah paham dan beda pengertian…
galih ayu
says :alhamdulillah hubungan sy dgn mertua baik2 saja. sejak menikah kami sdh mandiri tdk ikut mertua jg tdk ikut orang tua. pertemuan sy dgn mertua jika sy berkunjung ke rumah mertua bisa sampai 2 minggu. kalo benturan kecil pasti ada apalagi kami beda suku, adat, dan masakan tentunya. jika d rumah mertua sy berusaha utk menyatu dgn keluarga besar suami dgn berbagai karakter. ketika mertua memasak sy sebisa mungkin menemani d dapur walau sy tdk membantu karena jenis masakan yg tdk sy kenal. adakalanya mertua menyuruh sy memasak masakan dr daerah sy baru sy kerjakan. memang yg kami lakukan adalah hal2 kecil tapi itu semakin mempererat hubungan kami menantu dan mertua. skrg kami tinggal d provinsi yg berbeda kami jarang bertemu, tp komunikasi tetap terjalin melalui telp.
Yanse
says :Alhamdulillah sech mertua aq baik bgt mlh kdng2 aq yyg jdnya ga enak sm dia,tapi yah kadang-kadang juga agak bawel maklum namanya juga orang tua yang suka minta perhatian lebih dari kita.Tapi So Far dia adalah mertua dambaan mungkin ya.
Diah
says :klo aq sih kadang ga akur sm mertua… pa lagi sm adek”nya suami soalnya mertua tuh manjain adek”nya… semua diturutin kemauannya… tapi klo udh habis duwitnya pusing deh, ngerengek ke suami, padahal suami jg ga ada duwit… akhirnya yah terpaksa pinjam ke ortu ku… disini yang malu itu pasti suami aku… tapi yah mau gimana lagi, mencintai suami juga harus bisa menerima kluarga nya bagaimanapun keadaannya..
ana
says :aku punya 2 pasang mertua,krn masing2 mereka menikah lagi,kalo bapak kandung suamiku sih baik,nggak menuntut apapun,tp istrinya kalo sama uang rakus,tp sebenarnya baik bisa d ajak curhat ,aku menjauh krn masalah utang piutang(krn uang),dulu aku sama suami pernah pinjam uang d bank atas nama mertua tgl jatuh tempo tgl 5 tiap bulan,dan aku suamiku gajian tgl 27 ,kami biasa bayar lebih cepat krn gajian kami lebih cepat dr waktu jatuh tempo,suatu waktu kami ada urusan sehingga sampai tgl 2 blm bisa memberikan uang angsuran,eeee ibu mertuaku datang k rumahku sambil marah2,d rumah cuma ada ayahku bahkan ayahku juga d kata2i,padahal hari itu aku sedang nungguin anakku opname d rumahsakit,sejak itu aku tidak pernah lagi datang k rumah mertuaku,bahkan lebaran juga kami tidak sowan kesana…
sedangkan mertuaku yg satu lagi ibu kandung suamiku bawel dan suka mengadu yg ndak2,bahkan aku merasa apa yg d katakannya kepada suamiku hanya untuk menjilat kpd suami,perlu d ketahui,ibu kandung suamiku dulu minggat dr rumah sebelum aku kenal suamiku,waktu sekolah,kami pacaran sejak kls 2 sma,ketika kami berdua sudah bekerja dgn mapan ibunya datang dan memperkenalkan diri…bahkan suamiku pernah d jodohkan dgn teman kerjanya,ibunya pintar cari muka terhadap suamiku,setiap kali dia memberi laporan kepada suamiku pasti suamiku langsung marah2 padaku,padahal yg d katakannya tidak benar dan hanya dugaannya sendiri…apalagi sekarang ketika kehidupan kami mulai mapan,tiap tgl gajian dia slalu menelpon ingin datang dgn alasan kangen cucunya,kadang aku beralasan kalo kami sedang pergi liburan akhir bulan,dan anehnya selepas tgl itu dia tidk pernah menelpon cucunya sama sekali,kl tgl gajian pasti telepon lagi…aku tidak pernah melarang suamiku memberi uang kpd ibunya,tp ibunya slalu berbohong kalo meminta,dan itu sering sekali bahkan pernah tiap minggu dengan berbagai alasan,hingga aku tidak pernah mau menerima telpon dan tidak membalas sms darinya,pernah dia pinjam uang kepadaku 2 jt rupiah katanya mau buat kontrak rumah,padahal ternyata dia hanya kos,katanya tiap bulan akan d cicil dr gajinya krn dia d terima kerja tp sudah satu tahun tidak sepeserpun d bayar,setelah 1 thn dan aku tanyakan kpn akan d bayar,dia malah marah2,katanya dia merawat suamiku dr kecil juga tidak pernah perhitungan,padahal uang 2 jt yg aku berikan aku pinjam dr koperasi d perusahaan tempat aku bekerja dan aku d potong gaji tiap bulan,ketika tahu aku punya hp baru,dia telpon ke suamiku dan bilang pengen punya hp baru krn yg lama rusak,tiap hari telpon dan menanyakan sudah d belikan ato belum bahkan ketika aku d rumahsakit menunggu adikku yg sedang d operasi krn kecelakaan dia tetap tanya tentang hpnya,hingga aku marah dan pulang ke rumah ku ambil celengan milikku yg berisi uang receh 1000 an,aku buka dan seluruh uangnya aku berikan kepada suami untuk membelikan hp ibunya….sampai saat ini aku berusaha untuk tidak bertemu atau membiarkan dia datang ke rumahku,karna tiap datang dia selalu menelpon suamiku dan menjelek jelekkan aku soal pekerjaan rumahtanggaku termasuk cara merawat anak anakku,aku sudah berusaha baik,tp tak pernah ada kebaikan ku d matanya..
ria
says :kalo mertua saya suka sekali nuduh2 mantu..
walau gk ad bukti selalu pikiran negatif
teryata mertua gk selama nya bs jadi spt ibu kandung
lbh mirip ibu tiri
da 4 5 th tgl bersama mertua
tetapi msh ad sifat nuduh dan ketus yg dia ksh ke mantu
mending pisah rumah kalo da nikah
krn enakan suami selalu di manja ma mami nya
inti nya mantu da mertua gk bkl pernah bisa akur selama di 1 atap
dan mertua hanya ibu suami bukan ibu sedarah
Lora
says :Mertua oh mertua…??? Mertuaqu mata duitan dan smp usianya 68 tahun yg dipikirkan hny uang dan harta anaknya. Waktu kami sdh menikah mertuaqu lgsng ikut tinggal bersama kami,semua barang2nya yg dr rumahnya dbawa ke rumah kami smp rumah kami tak ada t4 yg kosong. Semua perkataan yg benar diputarbalikan faktanya menjadi jelek di telinga orang. Dengan semua mantunya satupun tak ada yg akur,smp ada anaknya yg tak mau lg bertemu dgn ibunya sendiri (mertuaqu). Apalagi ada kk perempuan suami yg blm menikah ikut dg kami & sll ikut campur dg masalah RT kami. Akhirnya sy memutuskan untuk keluar dr rumah itu tgl bersama anak & suamiqu..,kehidupan kami lbh bahagia krn tak ada yg ikut campur dlm RT kami. Harta bisa dicari lagi tp kelg.inti kami hrs bersatu smp maut memisahkan kami.
Fita
says :Aku bkn manusia sempurna. Namun sungguh ku’Bersyukur skali kami memiliki ibu-bpk mertua yg sungguh baik. Baik saya dgn orgtua suami,bgtu pula suami dgn orgtua sy. Ibu mertua sy pendiam, namun tdk jd masalah bg saya yg ‘seru’ hii. Ibu sy jg jd ibu yg asyik bg suami. Ada 1 pesan ibu-bpk yg tetap sy jaga hgga saat ini dan sy lht jg sikap ini dr bpk-ibu kpd orgtua mertua masing2 yaitu : ” brikan kasih syg yg sama baik kpd ibu-bpk maupun ibu-bpk mertua. Mereka jg orangtuamu (tdk mempersoalkan kt “mertua”)”. Trmksh Mama, sdh melahirkan laki2 yg kini mjd bagian hidupku. Trmksh ibu, tlah melahirkanku tuk mjd bgn hidup mereka. Trmksh bapak, 2 laki2 hebat yg tlah ajarkan kami mjd kel.yg sabar, kuat, kokoh dan penuh kasih. Smg kami blh trus blajar. Matur sembah nuwun Gusti. Amin. Trmksh Bunda
syarifah
says :kalo aku sih sama mertua seringnya mengalah aja, abisnya kalo selalu diladenin yah urusannya bisa panjaaaaaaang, kalo lg marah sm aku yah aku deketin terus walaupun dicemberutin dan dicuekin abis, kadang kesel jg sih aku suka jadi sasaran kemarahannya kalo beliau lg ada masalah sm suamiku, dan yg paling nyebelin aku sering dituduh suka ngadu” sm suamiku yg engga” sehingga dia ribut sama suamiku, padahal biar dia suka marahin aku, aku tuh selalu cerita ke suamiku tentang beliau yg baik” aja dan ga pernah ngadu walau suka dimarahi, mungkin suamiku dengar ibunya marah padaku dari bisik” tetangga kalee yah……..
angga trisirah
says :saya lagi pusing nih,orang tua saya ga akur dengan istri saya…gmn y cara mempersatukannya,,,,
riana
says :mertua….oh mertua…….susah hidup berdekatan dgn mertua apalg satu atap……….huh………cape’ deh……berusaha tuk berbuat baik ttp aja sllu di jelek2kan kemana-mana, malah amp bekerja sama mama am anak tuk jelekkan aku juga mamaku……tp aku hny bisa mengadu ama TUHAN, berhrp bs ngadu ama suami eh malah disalahin terus…aku merasa dimata suamiku yg plg di anggap benar tu mamanya, apapun perkataanku g ada yg di anggap ama dia.dan smua hal di Rumah Tangga kami sllu dia ceritakan ke mamanya bhkn amp hal terkecil sekalipun, terkdng aku merasa menyesal bersama dia. mertuaku pinter bener cari muka depan suamiku, klo kami lg ngumpul dia baik banget ama aku, tp cb dibelakang suamiku huh…….teman2ku sllu menyarankan aku tuk trs berbuat baik bhkn berikan apapun yg bs kuberikan wlpn terkadang aku amp kesusahan bahkan pernah aku ampe utang ama mamaku hny tuk memenuhi kebutuhan mertuaku. tp smua yg ku lakukan sptnya g ada artinya ama mertuaku, krn aku ttp dijelek2kannya termasuk menjelekkan mama kandungku. padahal mamaku g prnh tau apapun mslhku di Rumah Tanggaku. dia sering ikut kegiatan kerohanian tp kelakuannya tdk menunjukkan bhwa dia itu org yang beriman. aku pny putri yg kulahirkan secara normal, tp aku spt tdk pny hak tuk mengatur apa yang baik tuk anakku, sementara mertuaku dengan lantang mengatakan putriku hak keluarganya krn bawa marganya, aku dan mama kandungku tdk berhak ini itu.emgnya aku ni apa, cm mesin produksi yg berfungsi tuk menambah jmlh keturunannya tnp berhak berkata apapun? ada yg bs kasi solusi g?tlg donk………aku dah bener2 pusing hadapi mertua dan jg suamiku.
desy ningtyas
says :sy gara” mertua tdk langgeng dengan suami,,
sllu salah d mata mertua??
suami sllu berpihak dengan mertua bukan sy sbg istri..
maulana
says :bagus kalo qta bisa hidup satu atap dengan mertua, tapi apabila dibandingkan dengan yang tidak bagusnya, banyakan gak bagusnya. kerasa sendiri bagaimana hidup di PMI (pondok Mertua Indah). mau sharing suatu hal dengan istri ga bebas apalagi kalo masalah yang dibicarakan.
yang bikin aku+istri stres sampe sekarang aku dan istriku tidak boleh pindah dulu katanya sekitar 3 tahunan.
tadinya gak apa2, tapi kesini kesini kok jadi banyak gak bagusnya.
1. sikapnya seperti melarang berkunjung ke rumah orang tuaku ketika libur
2. kebetulan jam kerjaku sampe malam bahkan tengah malam, beliau seperti tidak suka aku pulang malam2 padahal sudah menjelaskan seperti apa pekerjaannya.
3. saking tidak boleh pindahnya, fasilitas kontrakan dari kantor tidak usah digunakan. sampai akhirnya sekarang perusahaan memecat ku karena menyalahgunakan dana fasilitas.
4. yang paling parah, ibu mertua sering minta tolong uang bahkan sampai berani pinjam barang(perhiasan) untuk digadaikan tanpa alasan jelas untuk apa dan tanpa sepengetahuan bapak mertuaku. padahal beliau PNS bahkan golongan 3 dengan penghasilan jauh lebih tinggi. sementara aku hanya karyawan biasa.apalagi sekarang istriku sedang hamil 3bulan…..
bingung jadinya mau pisah rumah tetep ga boleh. satu atap bisa abis semuanya.
tolong masukan dan sarannya ya
lita
says :seneng dengar semua yg pux hubungan baik dengan mertuax…klo mertua saya yg perempuan sdh meninggal tp yg laki2 masih hidup…jd gk terlalu bawel,,tp masalahx kaka ipar saya yg perempuan suka sekali mencampuri urusan rmh tangga saya sampe ke hal pribadi bahkan mengatur2 saya dan suami saya…memang suami saya sih anak paling bungsu jd dy tidak bs apa2..n gk bs saya andalkan jg apalagi qta satu rumah..hemmm jd bersabarlah ajalah saya…
mevha single
says :klo ak sii ribet yc ..
bgni slah bgtu slh..
mrtua sllu mw mnang sndri, sedangkan suami kyk ank kcil dkit” mrtua
yc slebihnya ak d sni kyak pmbantu bkan menantu
nina
says :klo aku punya mertua yg baik siih…
tpi kadang” ada jg benturan” kecil (namanya jg manusia)
ya di tanggapi dengan positif z bareng suami jadi ntar bisa baikan lagi deh ma mertua hehehe
nur wulandari
says :sayangi mertua seperti orang tua kita sendiri
nur wulandari
says :sebagai suami harus bisa mengambil keputusan yg tegas dan bijaksana…
merry rustami
says :huhh punya masalah lagi niiyh ama mertua
awal’a sii aku crita k’suami klo ade ipar ku yg cwo stiap aku msak kn aku pisahin sbgian bwt aku sbgian bwt mertuaku tp ade ipar ku yg cwo mkn’a sring & gak inget org & suamiku crita k’orgtua’a ttg ade’a itu eh ibu mertua ku salah mngartikan jdi’a dia aga beda k’aku aplgi ade ipar ku yg cwe ikut” campur pke cemberut mksud aku sii crita k’suami biar sikap ade iparku yg cwo brubah agar lbih mmkirkn org lain ..
rhey
says :Kalo orang jawa bilang ” Nrimo lan Legowo”
sabar aja…!!!
ada yg bilang.. kalo ibu kita sendiri tdk akan tega mengeluarkan kata2 jelek.. karna perkataan itu nantinya adalah doa utk anaknya.
nah kalo mertua adalah ibu ke 2,, jadi jangan sampai deh keluar kata2 jelek dari mulutnya yg nantinya jadi doa buat kita.
Maka dari itu..semarah apapun,, sebenci apapun,, ttep berusaha sabar… jgn terpancing emosi sampe2 melawan mertua. Semua hal pasti bisa di atasi dgn baik2.
xx
says :mertuaku sialan. Sukanya jelek-jelekin dibelakang. Padahal uang tiap bulan tak kasih, sering utang duit juga tak kasih. Tapi balasannya? dancuk
tika
says :saya baru menikah belum ada 1 thn, dan saya merasa tdk nyaman kalau berada dirmh

kebetulan sy dan suami beda usia 8 thn, dan saya baru berusia 19thn dan saat ini msh kuliah. dan saat ini sy tgl dirmh mertua, mertua sy tgl yg perempuan, mertua sy yg laki2 sudah meninggal. dan selama bbrapa bln ini sy tgl, sy merasa tdk nyaman, dan rasanya ingin menangis, kalo ibu mertua membuat hati saya sakit. contohnya : apa2 yg sy lakukan selalu SALAH, sy brusaha mendekatkan diri dgn mengajaknya ngobrol pun malah ujung2nya dia menyakiti hati saya dgn omongannya yg ga dipikir2 dlu, kemudian soal cucu2 nya yg slalu dibanggakan, apalagi menantu pertamanya dr kaka pertamanya slalu dibanggakan
saya hrs bagaiamana ? apalagi sy saat ini pnya penyakit kista, doktr blg sy bs susah pnya anak, sy tkut hub sy dgn mertua sy makin kritis bila sy tdk dpt mmberikan cucu
soal penyakit sy pun sy tak berani blg ke mertuam alhamdullilah suami sy slalu jd penenengah diantara kami, tp sy tdk bs meninggalkan ibunya, karna ini sdh janji dr awal sblm mnikah, karna ibunya tgl sndiri, dan kami skrg tgl b3
ga enak sm sekali tgl bersama mertua, lbh baik tgl dirmh sepetak asal b2 dgn suami / tgl brsma org tua sndiri
ardhana
says :iya sama mba desy..gara2 mertua hub dengan suami ga baik, eh si suami malah denger kata org tuanya..dan lemahnya suami tidk memprioritaskan istri dan anaknya…siapa yang ga kesel lihat mertua gitu..
Angga Trisirah
says :saya sedang pusing nih,sudah lama istri saya dengan orng tua saya ga prnh akur,di krna kan orng tua saya punya kesalahan sngt besar dengan istri saya,makanya istri saya ga prnh mau ketemu dan main kerumah orng tua saya,,,,saya pusing bngt…
tolong bantu saya y…
Melly
says :Sm seperti kakak saya tuh sis..mrrd sm anak tunggal yg tgl sm ma2nya aja..jd mau gk mau tgl bertiga deh..yah gk beda jauh sm u sis,kakak g jg bete bgt klo di rmh,n mertuanya itu agak kolot..:D
Beda pendapat itu pasti ada.apalagi kt beda generasi dgn mereka..
Yah mo gmn lg..tp ada mertua ada bgsnya jg..pas pny anak dia bs bantu jaga anak kt sprti anAknya sndr..tr giliran gkda mertua pusing jg klo pny anak n kt nya kerja..
Soal penyakit cb konsul ke dktr sis,..selalu ada jalan kog klo mau berusaha..
Semangat ya!
Malin Malano
says :Mertua oh mertua…….. kalau saya seorang suami menikah udah 19 tahun, menurut saya sih sejak menikah sudah berbuat yang terbaik untuk mertua. Prinsip saya, saya tidak ingin membebani mertua. Malah terakhir saya beri suatu hak kelola usaha kepada mereka, dan seluruh hasil usaha silahkan mereka nikmati sepenuhnya. Saya memang niat berbuat ikhlas karena Allah.
Namun yag saya terima malah sebaliknya. Sejak dari awal saya merasa mereka tidak menghargai saya, dimana perlakuan dan perhatian mereka terlalu berlebihan kepada cucu yang lain. Kepada anak-anak saya malah didiskriminasikannya. malah kalau kumpul semua cucu2, anak2 saya tidak mendapat perhatian dengan teguran atau lainnya sementara dengan cucu lainnya mereka bercengkrama dengan asiknya. Dulu anak tertua saya (skrg usia 18 th) tidak ditegur sama sekali, dan 2 tahun terakhir ini anak terkecil (usia skrg 15 th) saya tidak ditegur sama sekali.
Kebaikan yang berikan dibalas dengan keburukan oleh mereka. Terhadap saya mereka tegur sapa seperti biasa. namun dengan anak saya tidak ditegur sama sekali, saya merasa mereka tidak menghargai saya sebagai menantu. Apakah saya perlu tegakkan wibawa di depan mereka dengan tidak banyak bicara dan tidak datang saat hari raya mendatang.
Dari sejak saya kawain mereka melakukan diskriminasi terhadap isteri dan anak-anak saya.
Mohon saran teman2 terima kasih..
Nyna
says :hai semua,
( makan tinggal makan, beberapa minggu pertama sih ga masalah tapi lama2 saya ga tahan, saya ga tau harus ngapain, akhirnya saya banyak diam di kamar, ehh sama mertua dibilang saya kerjanya hanya tidur seharian, (saya ngerti bahasa asli suami, jadi ketika mereka bicara ttg saya, saya tau,, mereka pikir saya ga bisa)
saya baru nikah 3 bulan, sejak awal pernikahan saya udah dibawa pindah ke tempat suami, tempat yang asing dan baru buat saya secara lintas pulau (jawa-sumatera).
kami tinggal dirumah mertua, yang sebenernya rumah ini dibangun oleh suami saya sebagai bakti kpd ortunya.
pada awalnya saya senang tinggal bareng keluarga suami, tapi kelamaan saya bosan juga, apa2 ga boleh saya kerjakan, bahkan pakaian saya aja dicuci setrika sama mertua
skrg saya berniat untuk pindah ke rumah kontrakan,
hidup seatap dengan mertua, segimanapun baiknya, bikin sesak, ga bebas, apa2 dinilai dan diomongin dibelakang, sakit ah!
loli
says :saya menikah dg suami di usia 23th.Sebagai anak tunggal,tanpa ada ayah dan ibu membuat saya merasa sangat bergantung dengan suami.Masalahnya semenjak suami saya sering mendapat bonusan 3 bulan sekali,orang tua dari suami saya selalu menuntut minta uang.Padahal setiap bulanya suami saya selalu meberikan uang kepada mereka.Yang membuat saya tidak suka adalah,mertua saya tergolong cukup mampu,dengan sawah-sawahnya.Sebagai anakpun kami tidak lupa untuk selalu berbagi rizki bila suami saya mendapat bonus dari pekerjaanya.Namun mertua saya seolah-olah menjadikan suami saya tulang punggung bagi mereka.Saya ingin suami saya mengumpulkan uang penghasilanya,kelak bisa untuk membangun istana kami,karena saat ini posisi kami masih ngontrak.Yang membuat saya kecewa mertua saya selalu menuntut,entah itu minta uang buat sawah,beli kalung,laptop untuk adik suami yg masih duduk dibangku kelas empat sekolah dasar,sampai tentang renovasi rumah mertua.
vray diandra
says :say mau tanya, bagaimana kalau istri susah di ajak main ke rumah orang tua. setipa di ajak main ada saja alasan untuk menolak. dari semenjak menikah sampai sekarang dah punya anak satu, istri saya tidak pernah menginap semalam pun di rumah orang tua saya.
selama belum punya anak sih tidak masalah tidak mau main kerumah orang tua saya, saya masih bisa sabar. tapi sekarang dah punya anak saya ga bisa sabar karena saya kasihan sama orang tua saya, karena mereka juga ingin mengasuh dan bermain sama cucunya, jngan kan menginap, diajak main kerumah aja susah, sekalinya mau itu harus pakai pertengkaran dulu.
bagaimana mengatasi istri semacam ini? mohon bimbingannya….
thank’s
justin
says :Saya bingung mau curhat ama siappa kekeluarga disatu sisi ada jelek naman… Saya mau nanya saya suami salahkah saya tidak bisa membantu mertua yg sedang sakit sedangkan saya harus mempersiapkan untuk biaya lahiran anak kedua saya ?yg kedua salah gak seorang suami marah pada istri apabila istri pinjam uang tanpa sepengetahuan suami untuk biaya rumah sakit orang tuanya? Yang ketiga sikap adil buat orang tua dan mertua itu diukur dari mana? saat susah suami minta tolong keorang tuanya….walaupun orang tua suami tidak pernah meminta apa2… Disatu sisi mertua selalu merong-rong padahal secara garis tingkatan sosial orang tua suami lebih rendah hanya seorang pedagang warteg dari pada mertuanya pensiunan pns
saya minta saran dong dan dijawab bagi yg pernah mengalami kejadian sama dengan saya
aurelieztian
says :menurut saya sich mertua itu bagaikan ibu tiri buat kita…mereka cuma sayang sama anaknya sendiri,ditambah kita tinggal ikut suami yang dekat dengan orang tuanya..segala aktivitas saya semuanya dia kontrol termasuk masih suka memperhatikan anaknya dan aku ngerasa dia jadi gak mandiri…aku ngerasa sendiri disini,jujur aku pengen jauh sama mertua begitupun dengan orang tua ku biar semuanya adil.
sure me
says :kalo bpk mertuaku mata duitan anaknya (suamiku) ga dianggap anak tp ama duitnya mau, meres ga tanggung2 buanyak buanget ampe anaknya banyak hutang n ampe akhirnya aku n anakku pengen cerai, dampaknya dasyat kan, yah bayangin aja hutang sana sini buat bikinnin kos2an bpk mertuaku sementara kita punya rmh btn cicilannya kita byr tunggu dpt surat lelang or 3 bln blm byr. hebatkan mertuaku…..suamikupun takut ama bpknya krn dia ga mau ibu n bpknya cerai krn dia ga nurutin kemauan bpknya yg menurutku melampaui batas, heran ya suamiku mau kehilangan anak n istrinya demi bpknya yg seperti itu….
aishwarya
says :kalo mertua aku,oke2 aj,kbtlan dy jauh,jd jarang ktm.selama 7th nikah,aman2 aj,sesekali ribut juga.ga enknya kalo beliau ngnap d rumah,dasarnya perlente,apa2 kudu bersih,suka bandingin2 dia wktu dulu.terang aj dia bsa beberes rumah,secara dia kan irt,kalo aku kan kerja,apalgi punya 2 anak balita.mana sempat beberes.gak ada art juga.tp dia suka kirimin masakan kalo lebaran.juga suka ksh duit k cucu.. Lumayan..hehe
surya
says :Salam kenal bunda,
Saya mengalami hal yg serupa spt cerita di atas, “intervensi mertua”. Hal ini berawal dari kami baru menikah, baru 1 minggu menikah istri sdh minta pulang ke rumah orang tuanya. Dan menjadi rutinitas mingguan utk menginap disana. Usia pernikahan kami baru 5 tahun, baru dikaruniai 1 orang anak laki-laki. Jika istri sedang marah/ngambek, maka ia pulang ke rumah orang tuanyatuanya & menginap.
Rini
says :Mertuaku super mata duitan, pelit, dan suka menuntut. Panjang sekali ceritanya kalo dibeberkan. Padahal kami baru satu tahun lebih usia pernikahan, tapi udah diusik2.
Rini
says :Mertuaku malah memberikan anak laki2nya pdku untuk kurawat, kuberi makan, suamiku masih kuliah dan belum bekerja. Mertuaku sama sekali tdk mau membiayai anak laki2nya ini, apalagi cucunya dan saya, yg ada dia malah minta2 dibelikan segala keperluan rumah tangga. Sbetulnya sy ingin pindah dr rumah mertua ini, tp suami belum mau krn kondisi anak yg sakit. Tp malah semakin sakit jika berkumpul dgn org eror spt mertua sy ini. Diapakan enaknya mertua spt ini? Dikasih hati merekak, dikasi brutu ato ceker aja kali ya.. Saking jengkelnya skrg sy sembunyikan barang2 sy, spy tidak diutak atik olehnya
Aya
says :setelah memiliki anak pertama, saya sempat tinggal di rumah mertua 2 tahun. Suami dan saya berbeda suku dan berbeda agama. Awalnya terlihat baik. Saya juga mencoba baik dengan mertua, meskipun sebelum menikah mertua perempuan cenderung “menuntut”, seperti dia minta saya kasih uang ke anaknya (saya bekerja, sedang calon suami saya tidak bekerja secara tetap), membandingkan dengan adik iparnya yang katanya ada yang baik, ada yang pelit. Tapi suami saat itu terlihat sangat baik ke saya, makanya saya yakin jika menikah segalanya akan baik-baik saja. setelah pindah, ternyata tuntutan2 kepada saya semakin banyak. saya semakin tahu perangai kasar mertua saya ketika satu per satu, anak-anak yang numpang dikeluarga itu keluar dari rumah. Mereka tidak tahan dengan perangai kasar ibu mertua. saya mencoba mengajak suami saya pindah, karena dia sempat bilang kemanapun saya mau tinggal dia akan ikut. tapi ternyata suami saya sudah berubah. barulah kemudian saya tahu, bahwa ibu mertua saya suka menyindir2 tentang saya, seperti orang agama lain itu pelit, orang suku lain itu pelit dsb. kadang jika anak saya sakit sedikit, saya dituduh tidak bisa mengasuh anak (sekedar informasi saya memberikan ASI kepada anak saya selama 3 tahun dan memberikan MPASI homemade dgn kesadaran saya sendiri dan semua hal yang menurut saya baik u anak).Pernah anak saya ISK, karena ternyata ketika makan dan pipis celananya tidak diganti oleh suami saya. mertua saya mempengaruhi suami saya, katanya anak saya sembelit, dan anusnya mau di selang. saya menolak. tapi suami saya malah marah2 katanya saya tidak dengar kata orang tua. pernah juga suami saya memberikan obat penurun panas yang berlebih ke anak saya sambil marah2 ke saya, karena ibu mertua saya bilang sedih, anak saya panas tidak sembuh2. seringkali semuanya berujung kepada pemukulan suami ke saya. puncaknya saya meninggalkan rumah mertua, tanpa suami saya. saya tinggal di kos, karena saya hanya sendiri di kota tempat tinggal kami.entahlah saya yakin ada mertua yang baik, seperti ibu saya ke menantu2nya, tapi mungkin ada yang buruk. kepada yang belum menikah kenalilah suami dan mertua baik-baik sebelum menikah. cari pasangan yang stabil, tidak labil seperti suami saya.
diah ayu
says :yaaa,,
dlunya kn jg orang lain jd g bs disamain sm ibu kandung..
Mertua dan kakak ipar saya sering ikut campur urt sy..
Malah sering kali suami saya lbih banyak menghabiskan waktu di rmh mertua..
Saya jadi kesel sm suami saya,,.yg lbih dgr kt2 keluarganya dr pd sy istrinya..
aqilla
says :Banyak pelajaran yg saya ambil dr comment kalian,memang mertua gak ada beda.slalu ingin d mengerti,sdangkan qt cape klo harus mengimbangi dia terus.. Ambil hikmahnya aja,klo keberadaan mereka jg penting utk hdup qt..berkah اللّهُ itu ad pd kberkahan ortu..
yuyun wuri
says :Saya menikah sudah 2tahun dan tinggal di rumah mertua dan kedua adik ipar laki2. Mertua perempuan dtg 2hr sekali sabtu dan minggu, karena mertua kerja di jkt. Saya gak tahan dan sama sekali gak betah, ngerasa jadi pembantu bukan jd menantu. Kata2 mertua yg pedas kadang suka bikin sakit hati. Bahkan adik iparnya sering bgt bikin saya kesal, contohnya say lg beres2 rumah dan sedang ngepel blum selesai tiba2 adik ipar yg SMP pulang tanpa buka sepatu langsung masuk rumah. Padahal sy lg ngepel dan lantai masih basah, pengen nangis rasanya. Belum lagi kalo makan bekasnya gak pernah dicuci. Ngerasa jd pembantu (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
Caren
says :Kbanyakan orang awal nikah nemu masalah ma mertua,,tp aq justru setelah ada baby muncul banyak masalah lebih tepatnya sih banyak seuatu yg d permasalahin,,bingung,,,sampe bikn aq n suami bertengkar heboh,,serba salah emang klo pondok mertua indah lebih baik gubuk cinta,,sabaaaarrrr
naheel
says :Bersyukurlah bagi mereka ♈ªϞƓ bisa akrab dengan mertua,cz ªĶڼ sendiri tdk akrab (-̩̩̩-͡ ̗–̩̩̩͡)
Fitri
says :Makin jauh saya tinggal dari ibu
mertua, makin rukun hubungan saya dengan suami. Beberapa bulan tinggal dengan ibu mertua saya muak, mau minggat, bahkan mikir mau bunuh diri. Untung saya punya baby, bikin ga tega. Saya nyusul suami yang berada diluar negeri, dan akhirnya bebas saya!!! Kita pindah ke negara yang lebih jauh dan lebih mahal tiket dan susah ngurus visanya, bikin mertua lebih jarang main kesini. Bukan berarti 100% bebas. Karena suami, dia sekarang teman facebook saya, dan kritiknya lewat suami ga habis-habis deh! Minta ampun. Saya ini sudah 15 tahun mengalah… baru tahun lalu berani ‘talk back’ dan akhirnya ibu mertua mulai agak sadar dan mundur. Saya benar-benar sudah muak dengan kritiknya yang berdasarkan mitos!!!!!
Kalau saya jadi mertua di masa depan, saya janji tidak akan buka mulut ke menantu kalau saya tidak ditanya langsung, dan saya akan bicara halus dan pengertian.
yuli
says :Saya menikah sudah 5 tahun ∂αη dikaruniai 2 putra. Selama kurun waktu 5 tahun pernikahan kami masalah selalu άjά muncul ∂αη ïŤƱ semua berawal dari suami. Suami saya anak pertama dari tiga bersaudara ∂αη dimata ibunya suami saya adalah anak ¥9 berbakti pada orang tua. Segala kemudahan menghampiri suami saya salah satunya ia вιѕα naik haji gratis lantaran menjadi petugas haji indonesia ∂ι sana.mertua selalu mengingatkan kepada saya sebagai menantu jika ada maslah jgn pernah sampai diceritakan ke orang tua kandung biar bagaimana ia akan pro ke anak kandung nya, saya hormati ∂αη saya jalani apa kemauan mertua saya,sebenarnya mertua saya baik hubungan kami pun berjalan baik sampai dengan masalah terakhir yang baru” ini muncul mertua sepertinya tidak percaya dengan apa ¥9 saya ceritakan meski ïŤƱ sudah ada bukti kuat ¥9 saya punya.padahal sudah jelas” anaknya salah ∂αη sudah mengakui kesalahan nya ∂ι hadapanku ∂αη ibunya namun tetap mertua saya membelanya. Satu hal positif ¥9 saya bangga dari sikap ∂αη keputusan yang suami ambil ∂ι saat suami saya harus memilih antara istri ataw ibunya…suami saya sudah mengakui kesalahan ¥9 ia perbuat ∂αη meminta мααƒ pada saya ∂αη dia tetap ingin mempertahankan runah tangga kami. Spontan saja ibu beserta kedua adiknya marah hingga saat ini. Dihadapan mereka sayalah ¥9 salah bukan anaknya…†ªρί bagi saya nama nya orang tua sudah pasti dia akan bela anaknya meski ïŤƱ salah jadi γ̲̣̣̥ɑ̤̥̈̊ɑ̤̥̈̊ɑ̲̮̲̅͡ terima άjά sambil tunggu wAktu ¥9 pas untuk membahasnya ∂αη tetep pada akhirnya kita juga ¥9 harus meminta мααƒ.
tyas
says :sabaar semuanya.. saya pun jg tidk menyarankan suami tgl dngn ortu saya, saya menjga hati suami dan papa saya. kita tidak bisa syang2an..hehe,, kalo hidup rumah2an sendri bs bebas berekspresi thdp suami. saya sayang terhdp mertua saya,tapi namanya tingl 1 atap tetap saja tidak bagus.kita sudh menikah tgl dgn orgtua kita saja tidak bagus dampak yang timbul.krn setiap rumh tangga punya aturn2 sendri2 trhdp rumhtangga kita. suami saya juga sudah tahu bahwa ibunya galak,berkepribadian keras,hrus perfeksionis.para tetangga sering dengar teriakan2nnya, kalau tetangga ketemu saya mereka yang bilng sabar ya mbak.saya hanya tersenyum saja.lah mau gmn lg. saya tidak pernh ortu saya teriak2 seperti itu.kalo saya capek biasanya sya minta pulng ke rumh orgtua saya dan anak saya bawa.setelah itu lumayan agak fres, tapi kalo inget perlakuan mertua saya kadng msih sakit hati, knp mertua seperti itu pdhl saya dah berlaku baik.sudh dr pacaran sya bnyak mengalah terhdp suami dan mertua saya.fasilitas mobil dr orgtua saya juga saya kasihkan ke ibu mertua ku dulu pas jaman masih pacaran.yang penting mertua saya enak,bahagia.tapi kok lama2 pacar saya yang sekarang menjdi suami saya jadi nyaman dgn fasilitas itu.kalau saya inginnya mulai dari nol.krn orgtua saya juga memulai dari nol.dan itu suatu kenikmatan yang kita usahakan bersama2.berjuang bersama.alhamdulillah rumah dr ortu saya sudah ada,tpi tetap saja suami tdk ingin pindah.saya malah tantang suami untuk ngontrak rumah yang mnurut saya kurng layak.tpi suami tidk berani alasannya kasian anak kalo kotor.dan gmn nanti kalo ortumu kesini.lalu saya jawab gakpapa mandiri drpd msih 1 atap.suami saya saja tidk betah dirumh,krn terllu bnyak peraturan dari ibunya.lalu mengapa malah menyuruh saya tinggl disana.. mau curhat sama suami malah dimrhi dibilng gkmw trima,pdhl slma ini aq sudh bnyk mengalah..jadi curhat sama tuhan saja..kalau sma ortu kasian mereka malah tambah pikiran. paling klo sedih smbil berdoa dan meluk anakku sambil nangis dan berdoa,,kdg saya di kmr mandi lama bisa untuk nangis..tapi klo udh lega rasanya.. kalau sudh putus asa saya ingin minta mati dgn membwa mati anakku.jadi biar suami tahu gmn rasanya ditinggal.. yang mmbuat semangat saya hidup hnya anakku dan orgtuaku dan mertuaku.gmn saya bekerja dan terus berusaha agar bs membahagiakan mereka..krn mertuaku jg suka membnding2kan anak A ngasih kado dgn hrga sekian,dll. anakku dlu jg dibnding2kan dngn cucunya yg pertama.cucunya yg pertama pakai lotion dan perlatan yg bermerek.sedangkan anakku tidak, rasanya sediiiih sekalii,sakiit.anaaku ga punya dosa apa2 dibanding2kan.suamiku jg g ada kerjaan,dan saya cm dpt penghasilan dr jualan online belum tetap.sedangkan ortu dr cucu yg pertama seorang jaksa(mantunya yang jaksa).tapi kan ga boleh begitu. anak beda2,kemampuan keuangan jg beda2.. dalam hati saya untuk yg lain aja susah,knp ga ngmg sama anaknya sndri.kalo saya ngomg sma ortu sya pasti mereka sakit hati dan akan mentransfer untuk anakku.tp disisi lain klo bgitu sya menjatuhkan suami..jadinya menurut sya serba ruwet klo 1atap ada 2kepala..mau tidur saja tidak tenang, disuruh2 dipanggil2 terus,..kalo saya udh meninggal mnurut saya baru tenangg..malem2 suami belum pulng klo ada apa2 saya yang mengatasi.untung ortu saya mengajarkan saya harus serba bisa,bisa senang dan hrus siap susah.apapun hrus bisa.itu yg saya camkan smpe skrg.. cuma kdg sya saya suka sedihh knp suamiku sprti ituu.. tidk mau susah. dulu pas saya pacaran saya senang,sering jalan2 sma suami saya,kalau uang kurg tgl bilng.fasilitas ada,masih kuliah apa2 tgl bilng ortu saya.skrg mw bilng siapa?crita ke ortu malah meeka jdi sediih,tambah pikiran.. krn suamijg pilihan saya sndri.saya mau mengembalikan fasilitas ke ortu dan kita bs nyicil beli yg lbh murah walpun tahunnya lama,malah suami menjawab:kenapa dibalikin kan enakan gini.lagipula ortumu jg gakmau.
dalam hati saya, kok laki2 gakmau berjuang.hrusnya seneng loh istrinya mw bersusah2… bagaimana harusnya sikap saya terhdp suami dan mertua.saya smpe udh capek,klau mau cerai ya sudah saya tidk akan menikah lg.saya akan berjuang untk anak saya dan kedua ortu saya..krn dengn menikah malah menambah beban pikiran dan permasalahan. belum pemasalahan sodara2 dan sodara ipar,dll. dan suami saya pernah bilng bahwa hidup di dunia nanti pada akhirnya sendri2,dalam hati saya lalu kknp kita mnikah klo akhirnya sendri2?
mohon sarannya, trimakasih semuanya..semoga hari esok akan semakin lebih baik dari hari ini.amiin..semangat para bunda!! kita berbuat baik pasti tuhan akan membalas kebaikan kita,dan doa org teraniaya biasanya dikabulkan tuhan.
nilsa
says :hub dg mertua itu bak pepatah jawa ‘adoh mambu wangi cedak mambu tai’ artinya kl tgl berjauhan baunya harum krn dibaik2in tp kl tggl berdekat bau kotoran krn yg diliat jeleknya aja. Plgi sikap suami pasti deh ngebela ibunya separah apapun ibunya,sadar diri aja deh kl qt sbg menantu itu hny cover krn yg sbnrnya qt hny pembantu rumah itu smua dah sepaket & g bkl bs dipisahkan..enjoy aja deh sis bg yg tggl di PMI, tetap cantik,ttp smgaaattt..
By submitting a comment you grant Bunda Carrefour a perpetual license to reproduce your words and name/web site in attribution. Inappropriate and irrelevant comments will be removed at an admin’s discretion. Your email is used for verification purposes only, it will never be shared.